Tuesday, October 27, 2015

STOP! Kekerasan Terhadap Anak

MENCEGAH KEKERASAN TERHADAP ANAK

A.  Faktor faktor  Penyebab Terjadinya Kekerasan terhadap Anak:
Ada banyak faktor kenapa terjadi kekerasan terhadap anak :
1.     Lemahnya pengawasan orang tua terhadap anak dalam menonton tv, bermain dll. Hal ini bukan berarti orang tua menjadi diktator/over protective, namun maraknya kriminalitas di negeri ini membuat perlunya meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.
2.    Anak mengalami cacat tubuh, gangguan tingkah laku, autisme, terlalu lugu
3.    Kemiskinan keluarga (banyak anak).
4.    Keluarga pecah (broken Home) akibat perceraian, ketiadaan Ibu dalam jangka panjang.
5.     Keluarga yang belum matang secara psikologis, ketidak mampuan mendidik anak, anak yang tidak diinginkan (Unwanted Child)atau anak lahir diluar nikah.
6.    Pengulangan sejarah kekerasan orang tua yang dulu sering memperlakukan anak-anaknya dengan pola yang sama
7.    Kondisi lingkungan yang buruk, keterbelakangan
8.    Kesibukan orang tua sehingga anak menjadi sendirian bisa menjadi pemicu kekerasan terhadap anak
9.    Kurangnya pendidikan orang tua terhadap anak.

B.   Bentuk Kekerasan Terhadap Anak
1.Kekerasan Fisik
Bentuk kekerasan seperti ini mudah diketahui karena akibatnya bisa terlihat pada tubuh korban Kasus physical abuse. Kekerasan biasanya meliputi memukul, mencekik, menempelkan benda panas ke tubuh korban dan lain-lainnya. Dampak dari kekerasan seperti ini selain menimbulkan luka dan trauma pada korban, juga seringkali membuat korban meninggal
2. Kekerasan secara Verbal
Bentuk kekerasan seperti ini sering diabaikan dan dianggap biasa atau bahkan dianggap sebagai candaan. Kekerasaan seperti ini biasanya meliputi hinaan, makian, maupun celaan. Dampak dari kekerasaan seperti ini yaitu anak jadi belajar untuk mengucapkan kata-kata kasar, tidak menghormati orang lain dan juga bisa menyebabkan anak menjadi rendah diri.
3. Kekerasan secara Mental
Bentuk kekerasan seperti ini juga sering tidak terlihat, namun dampaknya bisa lebih besar dari kekerasan secara verbal. Kasus emotional abuse: persentase tertinggi usia 6-12 tahun (28.8%) dan terendah usia 16-18 tahun (0.9%) Kekerasaan seperti ini meliputi pengabaian orang tua terhadap anak yang membutuhkan perhatian, teror, celaan, maupun sering membanding-bandingkan hal-hal dalam diri anak tersebut dengan yang lain, bisa menyebabkan mentalnya menjadi lemah. Dampak kekerasan seperti ini yaitu anak merasa cemas, menjadi pendiam, belajar rendah diri, hanya bisa iri tanpa mampu untuk bangkit. 
4.Pelecehan Seksual
Bentuk kekerasan seperti ini biasanya dilakukan oleh orang yang telah dikenal anak, seperti keluarga, tetangga, guru maupun teman sepermainannya sendiri. Kasus pelecehan eksual: persentase tertinggiusia 6-12 tahun (33%) dan terendah usia 0-5 tahun (7,7%).Bentuk kekerasan seperti ini yaitu pelecehan, pencabulan maupun pemerkosaan. Dampak kekerasan seperti ini selain menimbulkan trauma mendalam, juga seringkali menimbulkan luka secara fisik.
C.   Dampak dari Kekerasan pada Anak
Dampak kekerasan pada anak yang diakibatkan oleh orangtuanya sendiri atau orang lain sangatlah buruk antara lain:
1.      Agresif.
Sikap ini biasa ditujukan anak kepada pelaku kekerasan. Umumnya ditujukan saat anak merasa tidak ada orang yang bisa melindungi dirinya. Saat orang yang dianggap tidak bisa melindunginya itu ada disekitarnya, anak akan langsung memukul datau melakukan tindak agresif terhadap si pelaku. Tetapi tidak semua sikap agresif anak muncul karena telah mengalami tindak kekerasan
2.      Murung/Depresi
Kekerasan mampu membuat anak berubah drastis seperti menjadi anak yang memiliki gangguan tidur dan makan, bahkan bisa disertai penurunan berat badan. Ia akan menjadi anak yang pemurung, pendiam, dan terlihat kurang ekspresif.
3.      Memudah menangis
Sikap ini ditunjukkan karena anak merasa tidka nyaman dan aman dengan lingkungan sekitarnya. Karena dia kehilangan figur yang bisa melindunginya, kemungkinan besar pada saat dia besar, dia tidak akan mudah percaya pada orang lain.
4.      Melakukan tindak kekerasan terhadap orang lain
Dari semua ini anak dapat melihat bagaimana orang dewasa memperlakukannya dulu. Ia belajar dari pengalamannya, kemudian bereaksi sesuai dengan apa yang dia alami.

D.  Perlindungan hukum terhadap anak korban kekerasan
Perlindungan anak adalah suatu usaha yang mengadakan situasi dan kondisi yang memungkinkan pelaksanaan hak dan kewajiban anak secara manusiawi positif. Ini berarti dilindunginya anak untuk memperoleh dan mempertahankan haknya untuk hidup, mempunyai kelangsungan hidup, bertumbuh kembang dan perlindungan dalam pelaksanaan hak dan kewajibannya sendiri atau bersama para pelindungnya. (Arief Gosita, 1996:14).
Menurut pasal 1 nomor 2 , Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak disebutkan bahwa:
“Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat  hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi, secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”.
Pada umumnya, upaya  perlindungan anak dapat dibagi menjadi perlindungan langsung dan tidak langsung, dan  perlindungan yuridis dan non-yuridis. Upaya-upaya perlindungan secara langsung di antaranya meliputi: pengadaan sesuatu agar anak terlindungi dan diselamatkan dari  sesuatu yang membahayakannya, pencegahan dari segala sesuatu yang dapat merugikan atau mengorbankan anak, pengawasan, penjagaan terhadap gangguan dari dalam dirinya atau dari luar dirinya, pembinaan (mental, fisik, sosial), pemasyarakatan pendidikan formal dan informal, pengasuhan (asah, asih, asuh), pengganjaran (reward), pengaturan dalam peraturan perundang-undangan.(Arief Gosita, 1996:6)
Sedangkan, upaya perlindungan tidak langsung antara lain meliputi: pencegahan orang lain merugikan, mengorbankan kepentingan anak melalui suatu peraturan perundang-undangan, peningkatan pengertian yang tepat mengenai manusia anak serta hak dan kewajiban, penyuluhan mengenai pembinaan anak dan keluarga, pengadaaan sesuatu yang menguntungkan anak, pembinaan (mental, fisik dan sosial) para partisipan selain anak yang bersangkutan dalam pelaksanaan perlindungan anak, penindakan mereka yang menghalangi usaha perlindungan anak.(Arief Gosita, 1996:7)
Kedua upaya perlindungan di atas sekilas nampak sama dalam hal bentuk upaya perlindungannya. Perbedaan antara keduanya terletak pada objek dari perlindungan itu sendiri. Objek dalam upaya perlindungan langsung  tentunyaadalah anak secara langsung. Sedangkan upaya perlindungan tidak langsung, lebih pada para partisipan yang berkaitan dan berkepentingan terhadap perlindungan anak, yaitu orang tua, petugas dan pembina. Demi menimbulkan hasil yang optimal, seyogyanya upaya perlindungan ini ditempuh dari dua jalur, yaitu dari jalur pembinaan para partisipan yang berkepentingan dalam perlindungan anak, kemudian selanjutnya pembinaan anak secara langsung oleh para partisipan tersebut. Upaya-upaya ini lebih merupakan upaya yang integral, karena bagaimana mungkin pelaksanaan perlindungan terhadap anak dapat berhasil, apabila para partisipan yang terkait seperti orang tua, para petugas dan pembina, tidak terlebih dahulu dibina dan dibimbing serta diberikan pemahaman mengenai cara melindungi anak dengan baik.
Ditinjau dari sifat perlindungannya, perlindungan anak juga dapat dibedakan dari menjadi: perlindungan yang bersifat yuridis, meliputi perlindungan dalam bidang hukum perdata dan dalam hukum pidana; perlindungan yang bersifat non-yuridis, meliputi perlindungan di bidang sosial, bidang kesehatan dan bidang pendidikan. Upaya perlindungan anak korban kekerasan baru mulai mendapat perhatian penguasa, secara lebih komprehensif, sejak ditetapkannya UU Perlindungan Anak, meski perlindungan itu masih memerlukan instrumen hukum lainnya guna mengoperasionalkan perlidunngan tersebut. Di samping adanya perlindungan yang bersifat abstrak (secara tidak langsung) melalui pemberian sanksi pidana kepada pelaku kekerasan terhadap anak, UU Perlindungan Anak juga menetapkan beberapa bentuk perlindungan yang lain terhadap anak korban kekerasan. Pasal 17 ayat (2) yang berbunyi:
Setiap anak yang menjadi korban atau pelaku kekerasan seksual atau yang berhadapan dengan hukum berhak dirahasiakan”.
Kemudian dalam Pasal 18 disebutkan:
Setiap anak yang menjadi korban atau pelaku tindak pidana berhakmemperoleh bantuan hukum dan bantuan lainnya”.
E.  Solusi Mencegah Terjadinya Kekerasan pada Anak
    Agar anak terhindar dari bentuk kekerasan seperti diatas perlu adanya pengawasan dari orang tua, dan perlu diadakannya langkah-langkah sebagai berikut:
1.    Jangan sering mengabaikan anak, karena sebagian dari terjadinya kekerasan terhadap anak adalah kurangnya perhatian terhadap anak. Namun hal ini berbeda dengan memanjakan anak.
2.    Tanamkan sejak dini pendidikan agama pada anak. Agama mengajarkan moral pada anak agar berbuat baik, hal ini dimaksudkan agar anak tersebut tidak menjadi pelaku kekerasn itu sendiri.
3.    Sesekali bicaralah secara terbuka pada anak dan berikan dorongan pada anak agar bicara apa adanya/berterus terang. Hal ini dimaksudkan agar orang tua bisa mengenal anaknya dengan baik dan memberikan nasihat apa yang perlu dilakukan terhadp anak, karena banyak sekali kekerasan pada anak terutama pelecehan seksual yang terlambat diungkap.
4.    Ajarkan kepada anak untuk bersikap waspada seperti jangan terima ajakan orang yang kurang dikenal dan lain-lain.
5.    Sebaiknya orang tua juga bersikap sabar terhadap anak. Ingatlah bahwa seorang anak tetaplah seorang anak yang masih perlu banyak belajar tentang kehidupan dan karena kurangnya kesabaran orang tua banyak kasus orang tua yang menjadi pelaku kekerasan terhadap anaknya sendirI


Friday, September 25, 2015

SAINS: Gerak Benda dan Energi

Gerak Benda dan Energi
1.                 Macam-macam Gerak Benda
Benda dapat bergerak jika diberi gaya. Macam-macam gerak benda:
a.     Jatuh
Merupakan gerak benda padat secara cepat dari atas ke bawah
Contoh: buah kelapa yang jatuh dari pohon, genteng yang jatuh dari atap rumah
b.     Memantul
Merupakan gerak berbalik arah
Contoh: gerak bola pingpong saat dijatuhkan, gerak bola bekel saat dijatuhkan ke lantai
c.      Berputar
Merupakan gerak mengelilingi pusat atau poros
Contoh: gerak baling-baling, gerak kincir angin
d.     Menggelinding
Merupakan gerak berputar sambil berpindah tempat
Contoh: gerap bola sepak saat dimainkan, gerak buah apel yang digelindingkan
e.     Meluncur
Merupakan bergerak dengan cepat tanpa memutar
Contoh: gerak potongan kayu yang dijatuhkan melalui papan miring, gerak anak-anak bermain papan lancar
f.       Mengalir
Merupakan gerakan air dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah
Contoh: gerak aliran sungai, gerak air hujan, gerak air terjun
g.     Tenggelam
Merupakan gerak menuju dasar perairan
Contoh: batu yang tenggelam jika dimasukkan ke dalam air, orang yang tenggelam jika tidak bisa berenang

Hal-hal yang mempengaruhi gerak benda
a.                  Bentuk benda
Mempengauhi gerak benda
Contoh: bola plastik akan bergerak menggelinding jika diluncurkan melalui bidang miring, sedangkan balok kayu akan bergerak meluncur sehingga bola plastik akan bergerak lebih cepat dari pada balok kayu
b.   Ukuran benda
Ukuran lebih kecil cenderung bergerak lebih cepat jika dibandingkan dengan benda yang berukuran besar.
Contoh: bola bekel kecil akan memantul lebih tinggi dan bergerak lebih cepat jika dibandingkan dengan bola bekel besar
c.Permukaan bidang yang dilalui
Semakin kasar permukaan benda akan semakin lambat gerak benda yang melaluinya karena gaya geseknya semakin besar
Contoh: gerak balok kayu yang diluncurkan melalui bidang miring berbahan kaca akan lebih cepat jika dibandingkan dengan papan berbahan kayu



2.      Energi
Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja. Energi tidak dapat dilihat tapi dapat dirasakan. Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan
a.      Macam-macam energi dan pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari

1.     Energi panas atau cahaya matahari
Energi panas matahari bersumber dari sinar matahari. Energi matahri merupakan penyebab adanya sumber energi lainnya. Manfaat energi matahari adalah:
·        Membantu tumbuhan dalam proses fotosintesis
·        Mengeringkan pakaian
·        Penerangan di siang hari
·        Mengeringkan hasil panen petani seperti padi, kopi dan cengkeh
·        Membantu proses pembuatan garam
·        Sebagai pembangkit listrik tenaga surya
2.     Energi gerak (energi kinetic)
Energi gerak dihasilkan oleh angin dan air. Angin adalah udara yang bergerak, terjadinya angin merupakan akibat pergerakan udara yang disebabkan oleh perbedaan tekanan udara antar tempat. Manfaat angin adalah sebagai berikut:
·        Menggerakkan kincir angin
·        Sebagai pembangkit listrik atau menggerakkan generator
·        Sebagai penggerak mesin pemompa air seperti yang ada di Inggris dan Belanda
Energi gerak yang berasal dari air misalnya air terjun dimanfaatkan sebagai   pembangkit  tenaga listrik.
3.     Energi bunyi
Energi bunyi dapat terjadi karena adanya getaran. Benda yang bergetar dapat menghasilkan bunyi, misalnya senar gitar yang bergetar dapat menghasilkan bunyi. Bunyi dapat merambat melalui benda padat, benda cair maupun udara. Energi bunyi dapat digunakan untuk menghasilkan nada yang indah dalam bentuk musik.

b.     Macam-macam sumber energi dan kegunaanya
Sumber energi adalah benda yang dapat memberikan energi kepada benda lain untuk melakukan suatu kegiatan. Sumber-sumber energi yang ada disekitar kita antara lain:
1.     Makanan
Merupakan sumber energi bagi mahluk hidup baik manusia, hewan maupun tumbuhan
2.     Minyak bumi dan gas
Merupakan bahan tambang alami digunakan sebagai bahan bakar kendaraan dan mesin-mesin di pabrik
3.     Baterai
Energi digunakan untuk menghasilkan energi listrik yang tidak begitu besar
4.     Listrik
Kegunaan energi listrik adalah penerangan dengan menyalakan lamp, digunakan menyalakan alat-alat elektronik dan lain-lain
5.     Matahari
Matahari merupakan sumber energi terbesar dibumi. Sumber energi lain asalnya adalah dari matahari. Matahari memancarkan cahaya dan panas, digunakan sebagai penerangan, membantu tumbuhan dalam proses fotosintesis dan sebagai pembangkit listrik tenaga surya
6.     Air
Air sangat penting bagi kehidupan mahluk hidup karena tanpa air tidak bias hidup karena kehausan, tumbuhan akan layu karena kekeringan dan tidak bisa membuat makanan. Bagi manusia air juga digunakan untuk keperluan rumah tangga seperti mandi, mencuci dan membersihkan rumah. Energi air yang berasal dari air yang mengalir seperti air terjun dapat digunakan sebagai pembangkit listrik
7.     Angin
Angin merupakan udara yang bergerak dan menyimpan banyak enegi. Manfaat bagi manusia misalnya untuk mengembangkan layar pada perahu layar, menggerakkan kincir angin bahkan sebagai pembangkit listrik

c.      Cara menghemat energi
Sumber energi ada dua macam yaitu energi yang dapat diperbarui dan sumber energi yang tidak dapat diperbarui. Contoh energi yang dapat diperbarui adalah makanan, air, angin, baterei. Contoh energi yang tidak dapat diperbarui adalah minyak bumi, gas alam dan batu bara. Cara untuk menghemat energi antara lain:
·        Menghemat pemakaian sumber energi yang tidak dapat diperbarui agar tidak cepat habis
·        Menghemat pemakaian air, memakai air secukupnya, tidak dihambur-hamburkan
·        Menghemat pemakaian lampu dan alat listrik
·        Mematikan alat listrik jika tidak dipakai
·        Menghindari penggunaan alat-alat listrik secara bersamaan
·        Mengurangi kendaraan pribadi dan memilih menggunakan kendaraan umum agar menghemat bahan bakar


Sumber: Buku pintar IPA/Sains SD/MI Kelas 3, 4, 5 & 6


SAINS: Ciri-ciri Mahluk Hidup

Ciri-ciri Mahluk Hidup
Mahluk hidup di alam ini, baik hewan, tumbuhan dan manusia meiliki tanda khas yang membedakan benda tak hidup. Tanda khas tersebut disebut sebagai ciri-ciri mahluk hidup.
Adapun ciri-ciri mahluk hidup adalah sebagai berikut:
a.       Memerlukan Nutrisi
Mahluk hidup memerlukan nutrisi untuk mempertahankan hidupnya. Nutrisi yang dibutuhkan berupa makanan dan minuman. Pada manusia, makann dibutuhkan untuk memperoleh tenaga, untuk tumbuh, bergerak dan memperbaiki bagian yang rusak. Pada hewan dan tumbuhan makanan dibutuhkan untuk tumbuh dan bergerak. Manusia memakan makanan yang berasal dari hewan dan tumbuhan. Hewan memakan makanan yang berasal dari sesame hewan dan ada juga yang memakan tumbuhan.
Pada umumnya tumbuhan dapat membuat makanan sendiri berupa karbohidrat. Proses makanan pada tumbuhan disebut proses fotosintesis. Fotosintesis terjadi pada bagian daun. Tumbuhan yang dapat berfotosintesis adalah jenis makanan yang memiliki klorofil atau zat hijau daun. Pada tumbuhan proses fotosintesis tumbuhan mengubah karbon dioksida, air dan zat hara menjadi karbohidrat dengan bantuan cahaya matahari.
b.      Bergerak
Mahluk hidup dapat bergerak berbagai cara. Contoh manusia dapat berjalan, berlari, melompat dan lain-lain. Hewan dapat terbang menggunakan sayap, berenang dengan sirip, berjalan dan berlari dengan kaki. Manusia dan hewan dapat bergerak berpindah tempat, sedangkan tumbuhan gerakannya terbatas, tidak berpindah tempat. Contoh gerak pada tumbuhan adalah gerak ujung batang menuju sumber cahaya matahari dan gerak daun putrid malu yang mengatup jika disentuh.
c.       Tumbuh
Tumbuh dapat bertambah berat, bertambah tinggi, betambah besar dan bertambah banyak. Manusia mengalami pertumbuhan mulai bayi, balita, anak-anak dan dewasa. Hewan juga demikian, misalnya ayam yang mengalami pertumbuhan mulai dari menetas menjadi anak ayam dan menjadi ayam dewasa. Pertumbuhan pada tumbuhan misalnya tumbuhan kacang kedelai yang dimulai dari biji, kecambah dan kemudian menjadi tumbuhan kacang dewasa.
d.      Berkembang Biak
Berkembang biak merupakan kemampuan mahluk hidup untuk menghasilkan keurunan. Tujuannya adalah untuk melestarikan jenisnya agar tidak punah. Manusia berkembang biak dengan melahirkan anak. Hewan berkembang biak dengan melahirkan anak atau bertelur. Contoh hewan beranak sapi, kucing, kambing, anjing dan lain-lain, sedangkan hewan yang bertelur adalah ayam, cecak, burung dan lain-lain. Tumbuhan berkembang biak dengan biji contoh padi dan jagung dengan tunas contoh  pisang, dengan batang seperti singkong, dengan akar seperti wortel, dan dengan daun cocor bebek.
e.       Bernapas
Bernapas adalah kegiatan menghirup udara berupa oksigen dan melepaskan udara berupa karbon dioksida. Di dalam tubuh, oksigen digunakan untuk proses pembakaran makanan yang menghasilkan  karbon diokasida, tenaga dan uap air. Tenaga tersebut nantinya dapat digunakan utuk bergerak dan pertumbuhan. Manusia bernapas menggunakan paru-paru. Hewan ada yang bernapas menggunakan paru-paru, kulit dan insang, sedangkan pertumbuhan bernapas menggunakan stomata dan mulut daun.
Selain kelima hal tersebut di atas, mahluk hidup juga peka terhadap rangsangan dan mahluk hidup mengeluarkan zat sisa.


Sumber: Buku pintar IPA/Sains SD/MI Kelas 3, 4, 5 & 6